Penyakit Lazio Kambuh Lagi Sering Kehilangan Energi Ketika Kompetisi

Posted on

Penyakit Lazio Kambuh Lagi Sering Kehilangan Energi Ketika Kompetisi – Penyakit Lazio kambuh. Klub asal ibu kota Italia itu sering kehilangan energi ketika kompetisi akan berakhir. Sejak full ditangani Simone Inzaghi pada musim 2016-2017, tren Lazio selalu menurun di akhir kompetisi Liga Italia Serie A. Musim ini pun, tren itu naga-naganya bakal terulang.

Penyakit Lazio Kambuh Lagi Sering Kehilangan Energi Ketika Kompetisi

Penyakit Lazio Kambuh Lagi Sering Kehilangan Energi Ketika Kompetisi

Di musim ini Lazio cukup menjanjikan karena menjadi pesaing Juventus dalam perebutan gelar juara Liga Italia. Bahkan, sejak pekan 6 sampai 26, Lazio tak pernah kalah. Setidaknya sampai Liga Italia jeda karena pandemi, Lazio sangat diperhitungkan.

Tapi semua keperkasaan sebelum jeda pandemi terlihat loyo. Setelah Liga Italia kembali digelar, Lazio morat-marit. Dalam enam laga setelah jeda pandemi, Lazio hanya menang dua kali dan kalah empat kali.

Parahnya, dari empat kekalahan itu, tiga di antaranya didapatkan dalam tiga laga terakhir. Setelah kalah dari AC Milan 0-3, Lazio kalah dari Lecce 1-2. Terbaru, Minggu (12/7/2020), Lazio kalah 1-2 dari Sassuolo. Padahal laga melawan Sassuolo dilakukan di kandang sendiri.

Kini Lazio memang masih di posisi dua klasemen sementara. Namun, jarak mereka makin melebar dengan Juventus yang ada di posisi pertama. Lazio yang memiliki 68 poin, tertinggal delapan poin dari Juventus.

Di sisi lain, jarak Lazio makin dekat dengan peringkat tiga dan empat. Sementara dengan Inter Milan yang ada di posisi empat, Lazio hanya unggul tiga poin. Bahkan, jika Inter Milan bisa mengalahkan Torino, Selasa (14/7/2020) dinihari, Inter bisa menyamai nilai Lazio. Liga Italia masih menyisakan enam laga. Jika tren yang Lazio alami selama ini kambuh sampai akhir musim, maka bisa saja Lazio terlempar dari empat besar.

Melempemnya Lazio di akhir musim memang menjadi kecenderungan sejak klub itu ditangani secara full oleh Simone Inzaghi pada 2016-2017. Di musim 2016-2017, Lazio lembek di akhir musim. Pada tiga laga terakhir, Lazio selalu kalah. Imbasnya, Lazio mengakhiri kompetisi di posisi lima klasemen akhir dan hanya berhak main di Liga Europa.

Lazio Hanya Unggul Satu poin dari Atalanta yang ada di posisi tiga

Di awal musim 2017-2018, Lazio tampil menawan. Mereka kokoh di posisi papan atas, bahkan sampai pekan 35. Dengan tiga laga sisa, sebenarnya mereka sangat berpeluang masuk empat besar klasemen akhir Liga Italia. Jika masuk empat besar, tentu saja Lazio berhak lolos ke Liga Champions.

Tapi di pekan 36 dan 37 Lazio hanya bermain seri 1-1 melawan Atalanta dan 2-2 melawan Crotone. Di partai akhir melawan Inter Milan, Lazio kalah 2-3. Padahal di laga pamungkas itu, Lazio bermain di kandang sendiri. Alhasil di musim 2017-2018 Lazio mengakhiri musim dengan berada di posisi lima. Tiket Liga Champions pun melayang.

Di musim 2018-2019, Lazio cukup menjanjikan di awal musim. Sampai pekan 19, Lazio masih ada di posisi empat klasemen sementara Liga Italia. Namun, setelahnya Lazio labil mirip habis putus dari pacar.

Posisi Lazio terus merosot. Sampai akhirnya di penutup musim, Lazio hanya ada di posisi delapan klasemen. Agak beruntung di musim itu Lazio mendapatkan trofi Coppa Italia. Incar Tiket Liga Champions Sebelumnya setelah kalah dari Lecce, pelatih Lazio Simone Inzaghi mengatakan bahwa tujuan utama timnya adalah lolos ke Liga Champions. Pernyataan itu diungkapkan mungkin karena Lazio makin labil belakangan ini.

Seperti diberitakan sky sports, Inzaghi mengatakan, bahwa di laga sisa timnya harua secepatnya memastikan lolos ke Liga Champions. Syaratnya adalah Lazio harus masuk empat besar klasemen akhir Liga Italia.

Untuk bisa bertahan di empat besar klasemen akhir Liga Italia, syarat bagi Lazio sebenarnya cukup gampang. Mereka cukup mendapatkan lima poin di enam laga sisa. Potensi mendapatkan lima poin terbuka karena ada beberapa lawan Lazio yang di atas kertas lebih lemah seperti Verona, Brescia, Udinese, dan Cagliari. Apakah Lazio mampu? Kita lihat saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *