Nasib Para Pemain Liverpool yang Turun pada Laga Perdana Juergen Klopp

Posted on

Nasib Para Pemain Liverpool yang Turun pada Laga Perdana Juergen Klopp – Juergen Klopp menyudahi sakit hati 30 tahun para fans Liverpool dengan mengangkat trofi juara Liga Inggris. Seremoni pemberian trofi dilakukan tanpa penonton di Stadion Anfield, usai Liverpool mengalahkan Chelsea 5-3 dan hanya dihadiri sanak kerabat terdekat. Kapten Jordan Henderson menerima piala Premier League dari Sir Kenny Dalglish, manajer Liverpool terakhir yang membawa The Reds juara Liga Inggris pada 1990.

Nasib Para Pemain Liverpool yang Turun pada Laga Perdana Juergen Klopp

Nasib Para Pemain Liverpool yang Turun pada Laga Perdana Juergen Klopp

Trofi Premier League memastikan Liverpool sebagai juara Inggris, juara Eropa, dan juara dunia pada waktu bersamaan, prestasi fenomenal bagi Klopp, seorang pelatih yang dulu hanya dianggap sebagai Mr Runners Up. Transformasi tak datang seketika. Liverpool harus menjalani perubahan bertahap semenjak Juergen Klopp tiba di Anfield pada 8 Oktober 2015. Bahkan, kemenangan 5-3 kontra Chelsea bisa menggambarkan betapa jauh Klopp dan Liverpool berkembang dari pertandingan pertama sang pelatih menukangi The Reds.

Laga pertama Klopp menangani Liverpool adalah melawan Tottenham pada 17 Oktober 2015 di White Hart Lane, London. The Reds berjuang keras pada laga tersebut, bahkan mulai memainkan pressing trengginas ala Klopp, tetapi mereka harus puas dengan hasil 0-0. Ada tiga pemain dari tim tersebut yang masih bertahan di Liverpool sampai sekarang, James Milner, Divock Origi, dan Adam Lallana.

Namun, sebagian besar sudah hijrah. Berikut adalah nasib para pemain yang menjadi bagian pertama Liverpool di bawah Klopp: Line up Liverpool vs Tottenham, 17 Oktober 2015: Formasi 4-2-3-1: 22-Mignolet; 2-Clyne, 37-Skrtel, 17-Sakho, 18-Moreno; 21-Leiva, 23-Can; 7-Milner, 10-Coutinho (33-Ibe 87′), 20-Lallana (24-Allen 81′); 27-Origi. Pemain Pengganti: 34-Bogdan, 53-Teixeira, 48-Sinclair, 4-K. Toure, 56-Randall. Simon Mignolet Simon Mignolet kembali ke tanah kelahirannya setahun setelah Liverpool mendatangkan Alisson sebagai kiper utama pada awal musim 2018-2019.

Mignolet duduk di bangku cadangan pada kemenangan The Reds di final Liga Champions 2019 kontra Tottenham

Namun, ia hijrah ke Club Brugge setelah itu. Setidaknya, problema kebugaran sang pemain memberi jalan bagi Trent Alexander-Arnold untuk menembus tim utama The Reds. Sempat dipinjamkan ke Bournemouth pada Januari 2019, Clyne kini merupakan free agent. Ia tak punya klub walau masih berusia 29 tahun. Martin Skrtel Bek tangguh yang jadi langganan lini belakang Liverpool hingga hijrah ke Fenerbahce pada musim panas 2016.

Skrtel sempat bergabung dengan Atalanta pada awal musim ini. Namun, kontraknya diputus hanya tiga pekan kemudian karena sang istri tak ingin tinggal di Bergamo. Ia bergabung dengan Istanbul Basaksehir pada September 2019, bergabung dengan alumnus Premier League lain seperti Demba Ba, Robinho, dan Gael Clichy. Akhir pekan lalu, Skrtel turut membawa Basaksehir menjadi juara Liga Super Turki untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka. Mamadou Sakho Datang ke Liverpool sebagai pangeran Paris Saint-Germain.

Meninggalkan Liverpool ke Crystal Palace, awalnya sebagai pemain pinjaman pada Januari 2017, Sakho kini bagian krusial tim besutan Roy Hodgson tersebut. Alberto Moreno Alberto Moreno merupakan pemain utama di sektor kiri pertahanan Liverpool pada musim debut Juergen Klopp. Namun, bek yang doyan menyerang ini kehilangan tempatnya, pertama ke Joe Gomez lalu ke Andrew Robertson pada 2017-2018. Kendati seperti telah lama hijrah, Moreno masih mendapat medali pemenang Liga Champions musim lalu sebelum ia bergabung dengan Villarreal pada musim panas 2019.

Musim ini, Moreno turut membawa Villarreal finish fantastis di peringkat kelima setelah mereka finish ke-14 musim sebelumnya. Lucas Leiva Selama satu dekade menjadi pilar lini tengah Lazio, Lucas Leiva akhirnya meninggalkan Liverpool untuk bergabung ke Lazio pada musim panas 2017. Pemain yang kini telah berusia 33 tahun tersebut masih merumput bersama tim ibu kota Italia ini sampai sekarang. Emre Can Mungkin salah satu pemain pertama yang terangkat dengan kehadiran Juergen Klopp, yang hafal dengan aksinya di Bundesliga.

Ketika itu berusia 21 tahun tampil solid di lini tengah Liverpool saat menghadapi Spurs

BBC mengutarakan bahwa Can memberi energi dan komitmen yang mencerminkan era baru The Reds bersama Klopp. Kendati demikian, kontrak Can tak diperpanjang dan ia meninggalkan Liverpool untuk ke Juventus pada Juni 2018. Pemain yang kini berusia 26 tahun itu kembali ke Bundesliga bersama Borsusia Dortmund mulai Januari 2020. James Milner Masih menjadi salah satu tumpuan di tim Liverpool kini. Energi dan daya tahan tubuh pemain berusia 34 tahun tersebut seperti tak mengenal habis.

Memasuki senja kariernya, pemain kelahiran Leeds tersebut masih dapat mengikuti intensitas permainan The Reds di bawah Klopp. Adam Lallana Menorehkan 178 penampilan bagi Liverpool sejak datang dari Southampton pada 2014, Adam Lallana dan Klopp menjalin hubungan hangat. Wajar, rumah mereka bersebelahan. “Saya sering melihat ia membuang sampah, kami saling mengambil surat masing-masing. Kami punya hubungan selayaknya orang normal,” tutur Lallana kepada Daily Mail beberapa waktu lalu.

Lallana menandatangani perpanjangan ikatan kerja hingga akhir musim 2019-2020 dan pemain berusia 32 tahun tersebut bakal meninggalkan The Reds dalam waktu dekat. Pemain satu-satunya yang meninggalkan Liverpool dengan banderol di atas 100 juta pound pada era Juergen Klopp. Namun, kepindahan Coutinho bisa dibilang membangun fondasi kesuksesan The Reds dengan Liverpool memanfaatkan uang penjualan Coutinho untuk mendatangkan Virgil van Dijk dan Alisson.

Coutinho kini tengah dipinjamkan Barcelona ke FC Bayern Muenchen setelah ia tak bisa menetapkan diri di skuad Blaugrana. Namun, Bayern tampak sungkan mempermanenkan playmaker asal Brasil tersebut. Divock Origi Pahlawan Liverpool dalam perjalanan menuju gelar Liga Champions musim lalu. Divock Origi kurang bisa mengulang prestasi sama musim ini. Ia tidak bisa menunjukkan kelasnya sebagai pelapis trio Firmino-Salah-Mane di depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *