Menanti Adu Strategi Shin dan Luis Pinto Siapa yang Unggul

Posted on

Menanti Adu Strategi Shin dan Luis Pinto Siapa yang Unggul – Untuk mendongkrak Timnas Uni Emirat Arab terutama dalam menghadapi laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G, federasi sepakbola UEA mengumumkan telah mengangkat Jorge Luis Pinto (67) sebagai pelatih. Dikontrak 2 tahun, Pinto diharapkan meloloskan UEA dari kualifikasi Piala Dunia 2022 dan bisa berlaga di Qatar. Dalam road map itu, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia yang pertama kali harus dilewati di Grup G.

Menanti Adu Strategi Shin dan Luis Pinto Siapa yang Unggul

Menanti Adu Strategi Shin dan Luis Pinto Siapa yang Unggul

Hingga tertunda karena pandemi Covid-19, UEA berada di posisi ke 4 klasemen sementara Grup G dengan poin 6 hasil dari 2 kali menang dan 2 kalah. Di puncak klasemen bertengger Vietnam dengan poin 11, ke 2 Malaysia (9 poin), ke 3 Thailand (8 poin). Pada leg pertama di Dubai, 10 Oktober 2019, Indonesia menelan kekalahan 0-5. Pada saat itu UEA dilatih pelatih asal Belanda Bert van Marwijk.

Giliran UEA bakal bertandang ke Jakarta di leg kedua pada 13 Oktober 2020. Bert van Marwijk dipecat karena gagal di Piala Teluk 2019. Jorge Luis Pinto, namanya terangkat ketika menangani Tim Nasional Kosta Rika di Piala Dunia Brasil 2014. Kosta Rika melaju hingga ke perempatfinal. Namun tidak dapat melanjutkan kiprahnya ke empat besar karena kalah adu penalti dengan Belanda 3-4.

Laga 90 menit pertama kedudukan masih 0-0. Perpanjangan waktu 2×15 menit masih belum juga ada gol yang tercipta. Di tos-tosan kiper Belanda Tim Krul menggagalkan 2 dari 5 tendangan penalti algojo- algojo dari Kosta Rika. Itulah salah satu alasan mengapa negeri kaya minyak Uni Emirat Arab kepincut dengan Jorge Luis Pinto.

Akhirnya Tim Oranye Lah Yang Melaju Ke Semifinal

Timnas Indonesia di tangan Simon McMenemy belum menikmati satu poin pun di Klasifikasi Piala Dunia 2022. Oleh karenanya pelatih berkebangsaan Skotlandia itu didepak dari jabatannya sebagai pelatih. Sebagai gantinya, PSSI menunjuk mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia Rusia 2018 untuk membenahi sepakbola Indonesia di semua level.

Menarik untuk disimak dan dinantikan bagaimana ramuan dari Shin Tae-yong yang selama ini belum bisa menerapkan taktiknya, akibat wabah pandemi Covid-19. Di tangan Shin Tae-yong, Son Heung-Min dkk membuat kejutan di Grup F fase penyisihan Piala Dunia 2018 dengan menaklukkan raksasa dan juara bertahan Jerman 2-0, 27 Juni 2018.

Kedua gol itu tercipta di masa added time babak kedua, masing-masing oleh Kim Young-gwon dan punggawa Tottenham Hotspur, Son Heung-Min. Meski akhirnya Korea menempati posisi ke 3 namun ksatria Taeguk memberikan sejarah paling kelam kepada persepakbolaan Jerman.

Oleh karena itu berdamailah PSSI dan Shin Tae-yong, demi kemajuan sepakbola Indonesia. Sedikit catatan, kaliber dunia Jorge Luis Pinto (asal Kolombia) itu, agak berbeda dibandingkan dengan pelatih-pelatih sepakbola lainnya dalam hal latar belakang. Pinto tidak punya latar belakang sebagai seorang pemain. Dia hanya sempat merasakan sebagai pemain sekejap saja. Pinto memutuskan untuk berhenti sebagai pemain karena jeblok, tidak ada perkembangan.

Konsekuensinya, Pinto mulai belajar menjadi pelatih. Wikipedia mencatat dia pernah belajar di jurusan pendidikan olahraga di sebuah sekolah di Bogota, ibukota Kolombia. Berbeda dengan manajer Timnas Indonesia, di Seongnam Ihlwa Chunma FC, sebagai pemain, Shin Tae-yong membukukan 76 gol dari 296 penampilan (1992-2004). Shin juga sempat berseragam Queensland Roar FC, dan tentunya membela Timnas negaranya semua level.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *