Chelsea Mengejar Tiket Liga Champions di Bawah Bayang Konsistensi MU

Posted on

Chelsea Mengejar Tiket Liga Champions di Bawah Bayang Konsistensi MU – Perebutan tiket Liga Champions musim 2020/21 dari Premier League terbilang seru. Dari catatan klasemen sementara hingga pekan ke-34, ada tiga tim yang berpacu ketat merebut tiket Liga Champions. Chelsea, Leicester City, dan Manchester United.

Chelsea Mengejar Tiket Liga Champions di Bawah Bayang Konsistensi MU

Chelsea Mengejar Tiket Liga Champions di Bawah Bayang Konsistensi MU

Wolves (posisi 6) yang kalah dari Shiffield United di pekan ke-34 tidak boleh dikesampingkan. Masih ada peluang. Bergantung pada konsistensi Wolves sendiri dan perfoma tim-tim lainnya. Karena ini, tidak tahu jelas tim mana yang akan menemani Liverpool di ajang Liga Champions musim depan. Kunci yang paling utama untuk meraih tiket ke Liga Champions adalah konsistensi. Jika ada salah satu tim yang terpeleset, peta posisi di klasemen bisa berubah. Perebutan tiket Liga Champions ini kian memanas karena kompetesi Liga Inggris hanya menyisakan 4 laga.

Chelsea, salah satu tim Inggris langganan di kompetesi Liga Champions pastinya tidak mau ketinggalan pacuan. Kekalahan Chelsea di tangan West Ham United pada matchday ke-33 sedikit mengecewakan. Selisih poin terpangkas dengan MU. Makanya, kekalahan ini membawa angin harapan ke Old Trafford. Peluang MU masuk ke zona Liga Champions semakin terbuka.

Chelsea berhasil menggeser Leicester City karena Vardy dkk bermain imbang dengan Arsenal

Sejauh ini, Chelsea berada di posisi ke-3 klasemen sementara Liga Inggris. Chelsea berhasil menggeser Leicester City ke tempat 4 karena Vardy dkk bermain imbang dengan Arsenal (1-1). Kalau MU menang kontra Aston Villa, MU tetap berada di posisi ke-5. Tetapi jarak poin dengan Leicester yang berada di posisi ke-5 hanya terpaut 1 poin dan dengan Chelsea di tempat ke-3 terpaut 2 poin. Dengan ini, MU berpeluang bisa menggeser dua tim ini jika tim-tim ini terpeleset di pekan yang sama.

Selepas jedah karena pandemi korona, anak-anak Solksjaer tampil sangat konsisten. Hanya sekali seri dan 4 kali menang. Tren hasil positif ini sebenarnya melanjutkan catatan gemilang sebelum jedah karena pandemi Korona. MU tidak hanya sekadar menang. Permainan tim terlihat solid dan kompak. Daya gedor MU semakin mengganas. Bekal besar bagi Solksjaer untuk musim depan di Liga Inggris.

Konsistensi MU tidak lepas dari komposisi tim. Kehadiran Pogba dari deraan cedera melengkapi performa pendatang baru Bruno Fernandes dan gelandang pekerja keras, Matic di lini tengah. Anthony Martial yang didampingi oleh Rashford dan Greenwood menjelma menjadi penyerang haus gol.

Salah satu buktinya dalam laga kontra Bornemouth (5-2) pada pekan ke-33. Lima gol yang disarangkan ke gawang Bornemouth terlahir dari kaki Greenwood, Rashford, Martial dan Fernandes. Konsistensi MU ini menjadi bayang-bayang yang agak menegangkan bagi Chelsea. Jika Chelsea mengulang kesalahan yang sama, mereka harus merelakan posisi mereka ke MU.

MU sendiri mempunyai target untuk berada di Liga Champions

MU sendiri mempunyai target untuk berada di Liga Champions. Secara terus terang, manajer tim, Solksjaer mengatakan jika target timnya adalah berada di tiga besar. Melihat performa tim dan posisinya saat ini, target itu semakin menyata. Frank Lampard barangkali sadar dengan konsistensi MU ini. Kekalahan kontra West Ham bisa menjadi pijakan untuk memperbaiki performa tim.

Mau tidak mau, The Blues tidak boleh terpeleset. Terpeleset berarti membuka ruang bagi MU untuk menggeser posisi mereka di posisi ke-4. Chelsea memperbaiki penampilan mereka dengan menang kontra Crystal Palace (3-2). Berita baiknya, Leicester bermain imbang di kandang Arsenal (1-1). Dengan ini, Chelsea berhak naik ke posisi 3.

Posisi ke-3 bukanlah tempat yang nyaman bila menimbang pertandingan yang tersisa. Masih ada 4 laga tersisa. Kalau Chelsea ingin berlaga di Liga Champions, empat laga tersisa bisa menjadi laga berasa final. Tempat di Liga Champions bisa menjadi penghiburan bagi Chelsea musim ini. Pencapaian ini tidak bisa dinilai gagal bila mencermati situasi Chelsea musim ini.

Chelsea berhadapan dengan beberapa situasi sulit. Hukuman dilarang melakukan transfer pemain, kepergian Sarri ke Juventus, dan kedatangan Lampard yang minim pengalaman adalah sekian tantangan Chelsea musim ini. Di akhir-akhir musim ini, Chelsea berada di jalur yang benar. Lampard membawa Chelsea pada jalur yang tepat.

Hanya saja, Chelsea perlu mengamankan tren positif. Agar Chelsea bisa meraih target berada di Liga Champions, Chelsea mesti tampil konsisten hingga akhir musim. Namun, lawan-lawan Chelsea sebelum musim ini berakhir tidak boleh dipandang sebelah mata. Chelsea mesti mengatasi Sheffield United, Norwich City, Liverpool, dan Wolves agar lolos ke Liga Champions musim depan. Di dua lawan terakhir, Chelsea harus mengeluarkan energi ekstra jika Chelsea mau lolos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *